Sabtu, 20 November 2010

OBAT DALAM DAN OBAT LUAR

OBAT DALAM

Yang dimaksud dengan "Obat dalam" secara umum adalah obat-obat yang pemakaiannya melalui mulut (Peroral/perenteral).

Keadaan di mana obat tidak dapat diberikan melalui mulut misalnya :

1 bila pasien dalam keadaan tidak sadar
2 terjadi gangguan menelan pada pasien.
3 terjadi gangguan pada lambung.
4 bila obat akan dirusak oleh enzym-enzym pencernaan.
5 bila dikehendaki efek obat yang lebih cepat.

Untuk keadaan-keadaan seperti tersebut di atas maka obat harus diberikan dengan cara lain, misalnya diberikan melalui injeksi.

Pada pemberian obat melalui mulut, dari mulut obat akan turun menyusuri pencernaan (lambung, usus halus dan usus besar). Di dalam saluran pencernaan ini obat akan larut oleh enzym-enzym yang ada di dalam saluran pencernaan dan akan diserap oleh bagian-bagian tubuh (diabsorpsi).


Bentuk-bentuk obat dalam

1
Tablet
Tablet adalah sediaan Farmasi yang padat, berbentuk bundar pipih cembung rangkap. Bentuk ini paling banyak beredar dipasaran bila dibandingkan dengan bentuk-bentuk obat lainnya. Ini disebabkan karena bentuk "tablet" ni adalah bentuk obat yang praktis dan ekonomis dalam produksi, penyimpanan dan pemakaiannya. Untuk pembuatan tablet ini selain diperlukan bahan obat juga diperlukan zat tambahan/zat pembantu, mis. talk, amylum, magnesium, stearat dsb.
2
Serbuk
Di dalam masyarakat dikenal sebagai benyuk puyer. Sampai sekarang masih banyak resep dokter yang berbentuk puyer(puder) terutama untuk anak anak.ini disebabkan karena puyer merupakan bentuk obat kering yang paling mudah diberikan kepada anak-anak,mudah ditelan dan juga memberikan efek terapi (efek pengobatan) yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bentuk obat kering lainnya,misalnya bentuk tablet,pil dan kapsul.
3
Drasi(dragee) dan kaplet
Kaplet adalah bentuk tablet yang dibungkus dengan lapisan gula dan biasanya diberi zat warna yang menarik. Bentuk dragee ini selain supaya bentuk tablet lebih menarik juga untuk melindungi obat dari pengaruh kelembapan udara atau untuk melindungi obat dari keasaman lambung.
4
Kapsul
Obat yang dimasukkan dalam suatu wadah yang disebut cangkang. Cangkang ini mudah larut di dalam saluran pencernaan dan umumnya terbuat dari gelatin. Ukuran cangkang ini bermacam-macam dan dinyatakan dengan nomer kode. Yang paling besar berukuran 000. Yang paling kecil berukuran 5. Biasa yang dipakai di Industri Farmasi adalah kapsul yang berukuran 1 dan 2.
Keuntungan bentuk kapsul antara lain:
1. Bentuknya lebih praktis dan menarik.
2. Rasa pahit dan bau yang tidak enak dari obat dapat dihindarkan.
3. Bahan obat dapat cepat hancur dan larut di dalam perut sehingga dapat segera diabsorpsi
4. Obat cair atau obat minum
Bentuk obat ini banyak digunakan terutama untuk anak-anak yang belum dapat menelan obat yang berbentuk pada (tablet, kapsul dsb.) dan bentuk obat ini juga lebih mudah diserap di dalam saluran pencernaan. Bentuk cair ini yang paling banyak beredar di pasaran adalah berupa sirop, sebab rasanya manis. Kadang-kadang diberi essen yang rasanya seperti jeruk, limun dan sebagainya, sehingga disukai oleh anak-anak.

5
Aerosol dan inhaler
Aerosol dan inhaler Ialah bentuk obat yang disemprotkan/diisap masuk ke dalam saluran pernapasan dan paru-paru. Bentuk ini terutama digunakan untuk pengobatan sakit batuk, pilek dan asma. Tanda yang perlu diperhatikan oleh masyarakat untuk "obat dalam" digunakan etiket yang berwarna putih.


OBAT LUAR

Yang dimaksud dengan "obat luar" secara umura adalah obat yang pemakaiannya tidak melalui mulut, kerongkongan dan ke arah lambung. Yang termasuk obat luar adalah obat luka, obat kulit (salep, krim, jelly, serbuk tabur), obat hidung, obat mata, obat tetes telinga, obat suntik, obat wasir dan sebagainya.


Bentuk obat luar

1


Salep.
Bila disebut salep saja yang dimaksudkan adalah salep untuk pemakaian kulit, yang merupakan sediaan farmasi berbentuk setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan pada kulit. Bahan obat harus larut atau terbagi rata di dalam dasar salep yang cocok. Sebagai bahan dasar salep dapat digunakan vaselin putih, vaselin kuning, adeps, polietilen glikol dan sebagainya.
Yang termasuk di dalam bentuk salep dan sekarang masih banyak digunakan ialah :

*
Krim, yaitu salep yang banyak yang mengandung lebih dari 50% bahan padat, sehingga komengandung air, mudah diserap oleh kulit, merupakan tipe yang mudah dicuci oleh air.
*
Jelly, yaitu salep yang lunak, umumnya berbentuk cair, mengandung sedikit atau tanpa lilin.
*
Pasta, yaitu salep nsistennya lebih keras daripada salep.

2
Salep mata atau dalam istilah Farmasi disebut Oculenta.
Yang dimaksud dengan salep mata adalah salep yang digunakan pada mata. Salep ini harus steril dan disimpan di dalam tube salep mata yang steril.
3
Tetes mata atau dalam istilah Farmasi disebut Guttae Opthalmicae.
Yang dimaksud dengan obat tetes mata adalah sediaan steril di mana bahan obat dilarutkan di dalam pelarut yang cocok dan disimpan dalam tempat yang steril. Obat ini digunakan pada mata dengan jalan diteteskan.
4
Obat tetes hidung atau dalam istilah Farmasi disebut Guttae Nasales.
yang dimaksud dengan obat tetes hidung ialah obat yang berbentuk cairan digunakan dengan cara meneteskan ke dalam rongga hidung dengan menggunakan pipet penetes. pH yang baik untuk tetes hidung antara 5,5 — 7,5, tergantung pada sifat bahan obatnya.
5
Obat suntik atau injeksi.
Obat suntik adalah sediaan Farmasi yang steril baik berbentuk larutan, emulsa, maupun suspensi dalam air atau zat pembawa lain yang cocok, steril dan zat ini digunakan dengan jalan merobek lapisan kulit atau lapisan mukosa.
6
Suppositoria.
Suppositoria adalah sediaan padat yang digunakan melalui dubur, umumnya berbentuk torpedo, dapat melarut, melunak atau meleleh pada suhu tubuh. Obat dalam bentuk suppositoria misalnya obat wasir, obat asma dan sebagainya Tanda yang perlu diperhatikan untuk "OBAT LUAR" beretiket BIRU.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar